Breaking News

Jumat, 29 Juli 2022

Kurang Didikan Ortu Seorang Cucu Di Kropak Wirosari Suruh Kakeknya Mengemis



 Grobogan - Radjuh, Beredar video viral seorang kakek diminta cucunya mengemis menggemparkan jagat maya. Dalam video tersebut dinarasikan jika kakek dan bocah tersebut tinggal hanya berdua. Sang kakek disuruh mengemis untuk memenuhi kebutuhan bocah yang masih sekolah itu.


Kakek tersebut Suparjo, 69. Warga RT 1/RW 1 Dusun Bogo Desa Kropak, Wirosari. Ia tinggal bersama cucunya Sugiyanti Cintia Bella. Mereka hanya tinggal berdua karena ibu dan ayah Sugiyanti tak di rumah. Ibunya pergi saat ia masih bayi. Dan ayahnya dipenjara. Sementara neneknya Lasiyem meninggal setahun lalu.


Pembuat video tersebut Elisa Ega warga RT 2 RW 1 Dusun Bogo Desa Kropak yang merupakan tetangga Suparjo. Menurutnya ia membuat video dan diunggah di status WhatsApp. Yang kemudian diambil orang dan diunggah ulang di tik tok.


“Saya gak bermaksud memviralkan. Hanya kasian saja. Hati nurani kasian, tiap hari kakeknya digituin,” jelasnya.


Menurutnya dari yang ia perhatikan perlakuan cucu ke kakeknya tiap pagi minta sarapan. Kakek tersebut disuruh meminta-minta uang ke tetangga. Termasuk saat butuh uang buat jajan.


“Setahu saya kejadian begitu sudah hampir satu tahun. Selama saya tinggal di sini. Tetapi para tetangga sudah paham dan kasian. Sehingga secara sukarela bantu mengasih. nasi, lauk dan uang,” tambahnya.


Camat Wirosari Kurnia Saniadi menyebut kemarin (28/7) pihak terkait seperti Dinas Sosial, Pemerintah Kecamatan, hingga Desa meninjau untuk tindaklanjut. Tindaklanjut itu berupa pemeriksaan kesehatan Suparjo.


“Kami cek kesehatan dulu untuk kakek tersebut. Bila ditemukan hal-hal tertentu akan kami tindaklanjuti dengan diantar ke rumah sakit,”


Sementara untuk jangka panjang menurutnya kakek tersebut akan dititipkan ke panti jompo agar mendapatkan perhatian dan perawatan yang layak.


Khusus untuk cucunya, akan ada pendampingan psikologi. Sebab anak tersebut tidak mendapatkan perhatian orang tua sejak kecil. Nantinya yang bersangkutan akan dimasukkan pondok pesantren.


“Untuk biaya kami sudah rembukan. Dari desa sudah menyanggupi,” paparnya.


Kepala Dinas Sosial Edy Santoso menyebut yang bersangkutan sebenarnya sudah masuk DTKS dan mendapatkan sejumlah bantuan. Seperti PKH dan bansos lain. Namun sempat terkendala sebab ada permasalahan administrasi. Selain itu keluarga tersebut juga mendapat bantuan RTLH.


“Sebab yang masuk datanya neneknya. Nah itu sudah meninggal pada 2021 lalu. Jadi ada proses peralihan,” imbuhnya.


Menurutnya pihak tetangga sudah kooperatif dengan membantu keluarga tersebut. Seperti memberikan pulsa listrik, makan, minum, dan membantu pendanaan. Tnt

Tidak ada komentar:

Posting Komentar