Breaking News

Rabu, 08 April 2026

Baru Dibangun, Jalan Solo Purwodadi Sudah Hancur

 

foto by : kabarterdepan.com

Grobogan - Radar Tujuh, Sejumlah titik ruas jalan di Kabupaten Grobogan dilaporkan mengalami kerusakan meski belum lama selesai dibangun.

Salah satunya berada di ruas Solo-Purwodadi, tepatnya di Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Ruas jalan tersebut sebelumnya direkonstruksi melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) pada 2023.

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan IJD kini menunjukkan kerusakan yang cukup parah.

Permukaan jalan beton tampak pecah dan terfragmentasi menjadi beberapa bagian. Retakan besar terlihat memisahkan pelat beton, yang mengindikasikan struktur jalan diduga tidak lagi mampu menahan beban kendaraan yang melintas.

"Terjadi keretakan memanjang dan melintang yang saling terhubung membentuk pola kompleks, mengarah pada kerusakan struktural," ujar Wiyono, warga Geyer, Kamis (9/4/2026).

Selain itu, di sejumlah titik juga ditemukan pengelupasan permukaan beton (spalling), yang ditandai dengan serpihan kecil dan lubang dangkal di sekitar retakan.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Jembatan Ledokdawan. Beberapa segmen struktur beton mengalami penurunan yang diduga akibat longsor.

"Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan," kata Ari, warga Geyer lainnya.

Ruas jalan tersebut merupakan bagian dari paket rekonstruksi jalan Surakarta-Gemolong- Purwodadi dalam program IJD yang digagas pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek rekonstruksi menggunakan beton siap pakai jenis fast track (FS) 45, yang memungkinkan jalan dibuka untuk lalu lintas sekitar tujuh hari setelah pengecoran.

Skema serupa juga diterapkan pada proyek rekonstruksi jalan Purwodadi-Wirosari-Blora yang juga mendapat alokasi program peningkatan infrastuktur jalan daerah dari Kementrian Pekerjaan Umum.

Munculnya kerusakan dalam waktu relatif singkat ini menimbulkan pertanyaan terkait penyebabnya. Sejumlah faktor diduga berkontribusi, mulai dari kualitas material, metode pengerjaan, hingga kemungkinan beban kendaraan yang melebihi kapasitas ialan

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Jawa Tengah - DI Yogyakarta sebagai penanggung jawab pelaksana teknis pembangunan, perbaikan, dan peningkatan infrastruktur jalan daerah. Cl -Sumber : Kabar terdepan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar